Bursa Transfer Pemain Sepak Bola Berjenjang Ala Jepang

August 8, 2013 Berita BolaBerita Sepak Bola

Bursa Transfer Pemain Sepak Bola Berjenjang Ala JepangSepak Bola Berjenjang Ala Jepang Bursa Transfer Pemain – Seorang bocah baru saja pindah ke sebuah kota mengikuti jejak ayahnya. Usai menaruh tas dan barang-barang, dia langsung pergi membawa bolanya dan mencari lapangan terdekat. Dia berlari sambil mendribel bola kadang-kadang mengangkat bola dan menyundul-nyundulnya. Sampai lapangan dia semakin memperlihatkan permainan sepak bolanya. Tanpa dia sadari, beberapa orang anak mengintainya sampai sang bocah yang sedang bermain bola itu menendang ke arah mereka. Anak-anak itu kemudian berkenalan dengan bocah pemain bola. Mereka heran karena sepengetahuan mereka tidak ada bocah di daerah mereka yang bisa bermain bola semahir itu. Ternyata Tsubatsa Ozora, nama bocah itu, baru saja pindah.

Itulah episode pertama kartun anime Jepang Captain Tsubatsa. Cerita selanjutnya Tsubatsa menjuarai kejuaraan sepak bola antar SD, berlanjut ke SMP kemudian pindah ke Brazil sedangkan teman-temannya ikut berlaga di kompetisi sepak bola antar SMA. So what? Hmmm, justru saya mengajak anda untuk mengambil pelajaran dari kartun tersebut. Apa pelajarannya? Kartun tersebut ternyata menginspirasi Hidetoshi Nakata, Shinji Kagawa dan pemain-pemain Jepang saat ini untuk membawa Jepang menjadi juara Piala Dunia. Lebih dari itu kartun tersebut sebenarnya memperlihatkan revolusi sepak bola Jepang.

Jepang sebagai macan Asia bidang ekonomi juga tidak ingin tertinggal di bidang olah raga. Mereka akhirnya mencanangkan setiap sekolah dari tingkat SD sampai SMA yang mempunyai klub olah raga wajib mengikuti kompetisi antar sekolah. Sepak bola tentu saja tidak ketinggalan. Orang Jepang sebelumnya memang lebih suka base ball makanya sejarah kejuaraan base ball antar sekolah lebih panjang dari pada kejuaraan sepak bola antar sekolah. Namun sepak bola Jepang belum menuai hasil dari kejuaraan berjenjang ini Bursa Transfer Pemain.

Walaupun dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas mempunyai kejuaraan ternyata tidak cukup untuk membuat Jepang lolos ke Piala Dunia. Jepang butuh muara atas para pemain-pemain muda ini. Dari sepak bola berjenjang tentu ada puncak sepak bolanya, dari mulai dasar pasti ada atapnya, akhirnya pada tahun 1991, Japan Football Association (JFA) memutuskan bergulirnya J-League hasil merger liga semi pro dengan liga amatir yang terdiri dari perusahaan-perusahaan dan klub-klub olahraga di Jepang. Hasilnya langsung terlihat setahun kemudian ketika Jepang untuk kali pertama menjadi juara Piala Asia. Tim nasional Jepang kala itu adalah para pemain J League alias gabungan pemain liga semi pro dan liga amatir. Sebelumnya tim nasional Jepang adalah hasil dari para pemain di liga semi profesional.

Tetapi, secara tragis dan menyakitkan Jepang harus merelakan tiket ke Piala Dunia untuk pertama kalinya pada tahun 1994 ke tangan Irak, yang sampai sekarang dikenal publik Jepang sebagai tragedi Doha. Jepang baru merasakan hasil sepak bola berjenjang dan muaranya di J-League pada tahun 1998 manakala Jepang lolos untuk pertama kalinya di Piala Dunia. Indonesia seharusnya belajar dari Jepang bahwa untuk mencapai sukses tidak bisa instan sekejap, Jepang rela membuat pondasi dasarnya terlebih dahulu baru kemudian mengevaluasi puncaknya dan sekarang kita lihat Jepang bukan hanya sebagai macan Asia bidang ekonomi melainkan juga macan Asia bidang sepak bola Bursa Transfer Pemain.