Eto’o Target Mourinho Dahulu

June 19, 2013 Berita Bola

Berita Piala DuniaManajer anyar Chelsea, Jose Mourinho, “The Happy One” julukan barunya setelah memastikan akan kembali mengarsiteki Chelsea 4 tahun kedepan. Membuat pengakuan yang cukup mengejutkan, yakni dirinya dan Chelsea pernah membidik striker yang kini menjadi pemain sepak bola dengan gaji terbesar di dunia milik Anzhi Makhachkala, saat dirinya masih mengarsiteki Chelsea ditahun 2007 dan Eto’o masih berkostum Barcelona, 6 tahun yang lalu.

Eto’o pemain asal kamerun yang lahir pada 10 maret 1981 ini mengandalkan kecepatan yang dimilikinya serta stamina yang luar biasa untuk berlari sepanjang pertandingan tanpa terlihat lelah.

Jose Mourinho memproyeksikan bahwa Eto’o merupakan duet yang sepadan bagi Didier Drogba yang saat itu berada di puncak performanya saat itu. Karena Eto’o saat di Barcelona mampu bekerja sebagai penyerang tunggal, menjadi duet penyerang bersama Henry atau menjadi pemain sayap merupakan sosok yang tepat untuk didatangkan ke Stamford Bridge.

“Kami menginginkan Eto’o. Kenapa? Karena dia merupakan satu-satunya pemain yang bisa dimainkan bersama Didier Drogba, mengubah system dengan dua striker, namun ia juga sudah siap untuk bermain bersama Drogba dengan sistem yang sudah miliki saat ini” ujar Mourinho.Ia pun menambahkan “Para petinggi klub sudah melakukan segala cara untuk mendatangkannya dan pada akhirnya Barcelona mengaku tidak akan menjual Eto’o dan meminta kami untuk melupakannya.

Kami kemudian beralih pada opsi lain dan mendapatkan Shevchenko.” Berita Piala Dunia

Dan setelahnya, Chelsea berhasil mendaratkanAndriy Shevchenko ke Stamford Bridge meski pada akhir nya dinilai merupakan transfer gagal yang dilakukan Chelsea, Shevchenko gagal berkembang bersama “the blues” julukan Chelsea, meski sedang berada dipuncak karier saat terjadi transfer dari AC Milan.  Shevchenko gagal memberikan kemampuan terbaiknya di Chelsea.

Barcelona memang tidak berencana menjual Samuel Eto’o pada tahun 2007. Tetapi saat 2009, Barcelona pun tidak keberatan melepas sang bintangnya itu untuk pergi, demi mendapatkan Ibrahimovic yang di idam-idamkan Barcelona dan merupakan pemain Inter Milan saat itu, maka terjadilah pertukaran pemain, Barcelona mendapatkan Ibrahimovic sedangkan Inter Milan mendaptkan Samuel Eto’o dan dana 46 juta euro. Mourinho yang saat itu sedang menjadi pelatih Inter Milan pun tak ragu untuk mendatangkannya ke Italia dan Eto’o pun bersinar di Internazionale bersama Jose Mourinho.

Apakah kini Mourinho yang kini kembali menangani Chelsea masih mempunyai ambisi mendatankan Samuel Eto’o ke Stamford Bridge atau lebih tertarik mencari pemain muda yang memiliki talenta?Nampaknya akan sedikit mustahil melihat reuni Eto’o dengan Mourinho yang kedua di Chelsea karena kendala usia Eto’o yang sudah tidak muda lagi dan kebiasaan Chelsea akhir-akhir ini yang tertarik mendatangkan pemain muda berbakat di setiap bursa transfer. Berita Piala Dunia