Gustavo Poyet Puji Performa Adam Johnson

January 9, 2014 Berita BolaBerita Sepak Bola

Gustavo Poyet Puji Performa Adam JohnsonGustavo Poyet Puji Performa Adam Johnson – Pemain yang berusia 26 tahun itu datang bermain di lapangan dari bangku cadangan untuk bisa memenangkan satu tendangan penalti yang akan membuat The Black Cats akan unggul 2-1 atas Manchester United, dan pelatih yang berasal dari Uruguay itu mengatakan bahwa pemain tersebut ”mengubah” jalannya pertandingan.

Manajer Sunderland yang berasal dari Uruguay itu adalah Gus Poyet yang memberikan pujian kepada Adam Johnson untuk ”membuat harinya” setelah tim yang dibelanya berhasil meraih kemenangan 2-1 di Piala Capital One atas Manchester United.

Pemain yang berusia 26 tahun itu masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti dari Emanuele Giaccherini dan memperlihatkan satu penampilan yang sangat hidup di Stadium of Light, termasuk mendapatkan pelanggaran sehingga mendapatkan hukuman penalti yang mana Fabio Borini berhasil membawa tim tuan rumah yaitu Sunderland mendapatkan satu keuntungan dari semifinal di leg pertama pada hari Selasa kemarin.

Anak asuh Poyet harus bertahan atas tekanan berat dari lawan dalam 15 menit terakhir, akan tetapi mampu berdiri kokoh untuk mencatat kemenangan pertama Sunderland atas United sejak tahun 2000 silam, dan pelatih asal Uruguay itu memuji dampak yang diberikan oleh Johnson.

“Dia membuat ini menjadi hari saya karena kami sudah putus asa untuk dia agar melakukannya dengan baik. Kami tidak dapat menemukan ruang yang tepat dan waktu yang tepat sampai Adam datang dan mengubahnya.”

Perjalanan Sunderland di kompetisi tersebut telah terbukti menjadi satu selingan yang baik dari penampian mereka di Liga Premier Inggris yang buruk, yang mana saat ini mereka telah terpeleset dan jatuh ke dasar klasemen sementara.
Mereka berhasil mengalahkan Chelsea di perempat final untuk bisa bertarung dengan Manchester United, dan Poyet mengakui bahwa timnya tampil dengan sangat baik melawan tim-tim besar di Piala Capital One sementara itu gagal untuk mengalahkan sesama pejuang di liga adalah satu situasi yang tidak biasa.

“Ini merupakan sesuatu yang sangat aneh akan tetapi dengan cara kami bermain mungkin itu memang cocok untuk bermain melawan tim-tim besar. Itu adalah satu pertandingan yang sangat ketat dan kadang-kadang satu keputusan yang menguntungkan kamu maka kamu bisa memenangkan pertandingan tersebut.
“Kami harus mengubah sesuatu (jika kami ingin bertambah baik ketika melawan tim di papan bawah).”

Leg kedua akan bertempat di Old Trafford pada tanggal 22 Januari mendatang, dan Poyet menyadari bahwa masih ada satu tantangan besar ke depannya untuk bisa mencapai final Piala Capital One di Wembley.

“Kami tahu bahwa itu tidak mudah untuk mengalahkan Manchester United, akan tetapi sekarang kami akan pergi ke Old Trafford dengan satu keunggulan. Itu sudah lama sekali semenjak kami bisa sampai di final jadi kami akan mencoba yang terbaik.”