Pusam Berencana Pindah dari Stadion Segiri

February 16, 2014 Berita BolaBerita Sepak Bola

Tim asal Kalimantan Pusam tengah merencanakan pindah home base dari Stadion Segiri Samarinda ke Palaran yang merupakan Stadion Utama Kalimantan Timur. Manajemen pengelolaan Stadion Segiri yang tengah bermasalah diduga menjadi alasan utama dalam rencana ini.

Pusam punya harapan untuk pindah stadion diperkuat dengan rencana tim U-21 mereka yang akan melakukan pertandingan uji coba melawan Timnas U-19 pada tanggal 14 Maret 2014 mendatang di stadion tersebut. Pertandingan nanti akan menjadi cikal bakal Pusam berpindah kandang ke stadion terbesar di propinsi itu yang sempat menghelat PON 2008 yang lalu.

“Setelah pertandingan Pusam (U-21) dengan Timnas U-19 di Stadion tersebut, setelah diverifikasi PSSI nanti, Pusam akan pindah home base untuk melanjutkan kompetisi ISL di sisa musim ini.”

Direktur Utama Harbiansyah menegaskan rencananya ini bukan sekadar rumor belaka, karena dia akan menggelontorkan dana pribadinya untuk membenahi Stadion Palaran yang akan menjadi home base kami. Memang sejak PON 2008 yang lalu, stadion tersebut jarang digunakan sehingga kondisinya tak lagi sebagus seperti ketika PON berlangsung.

Fakta yang ada bahwa biaya menggelar pertandingan di stadion itu tak berbeda jauh dengan di stadion Segiri yang saat ini menjadi home base Pusam.

“Saya lagi benahi Stadion Palaran saat ini. Memang stadion itu milik Pemprov Kaltim saat ini. Di Palaran tidak memakan banyak biaya yang harus kami keluarkan. Paling tidak di Palaran hanya mengeluarkan dana pemeliharaan lapangan stadion tersebut.”

“Memang lokasinya jauh tapi tetap di Samarinda yang merupakan daerah asal klub ini. Saya menilai ini keputusan terbaik yang harus kami putuskan. Setelah diverifikasi PSSI dan dinyatakan bagus dalam menjalani pertandingan, kita pindah home base di sisa musim ini.”

“Tadi saja ada Pak Kajari Samarinda menonton pertandingan ini. Nah ini mau buang air kecil saja tidak bisa karena pintu WC dikunci oleh pengurus stadion. Pusam ini sebenarnya sedang ada masalah dalam masalah stadion. Saya kecewa dengan perbuatan yang dilakukan mereka dalam beberapa hari terakhir ini.”

Meski begitu demikian beredar kabar yang tidak begitu baik, manajemen Pusam masih menyisakan hutang kepada pengelola Stadion Segiri Samarinda milik Pemkot Samarinda dari kompetisi musim sebelumnya yang mereka jalani. Hal itu berakibat pada konflik UPTD Stadion Segiri dengan manajemen PT Putra Samarinda Indonesia saat ini. Saat ditanya lagi oleh wartawan siapa oknum yang dimaksud dalam masalah ini, Harbiansyah masih enggan menjawab pertanyaan tersebut.

Pusam sendiri, saat ini berada di wilayah timur dalam menjalani kompetisi yang menggunakan format dua wilayah di musim ini dan setiap wilayahnya terdiri dari 11 tim.

Tags: